Pusing Saat Bangun Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kondisi pusing saat bangun tidur sering kali dialami banyak orang tanpa disadari penyebab utamanya. Keluhan seperti bangun tidur kepala pusing, kepala terasa berat atau nyut-nyutan, hingga badan lemas dapat mengganggu aktivitas sejak pagi.
Situasi ini membuat sebagian orang bertanya, kenapa setiap bangun tidur pusing padahal sudah merasa cukup istirahat.
Tidak sedikit pula yang mengalami kepala pusing saat bangun tidur disertai rasa lelah, bahkan bangun malah tambah capek.
Oleh karena itu, memahami penyebab pusing saat bangun tidur menjadi langkah awal yang penting.
Dengan mengetahui penyebabnya, Anda dapat menemukan cara menghilangkan pusing saat bangun tidur secara lebih tepat.
6 Penyebab Kepala Pusing saat Bangun Tidur
Berikut beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan pusing saat bangun tidur dan sering tidak disadari.
1. Sleep Apnea atau Mendengkur

Sleep apnea adalah sebutan untuk gangguan pernafasan sewaktu tidur. Contoh sleep apnea adalah mendengkur atau ngorok.
Jangan salah paham menganggap orang yang tidur ngorok berarti sedang mengalami tidur yang berkualitas. Kondisi ini bisa jadi pertanda ia punya gejala gangguan pernafasan tidur.
Baca Juga: Mengenal Rapid Eye Movement (REM) dan Tahapan Tidur
Beberapa penyebab mendengkur atau gangguan pernafasan tidur bermula dari:
-
Ukuran dan posisi bantal yang menyulitkan saluran bernafas.
-
Posisi tidur yang menyulitkan saluran nafas.
-
Berat badan berlebih.
-
Minuman beralkohol
-
Rokok.
Mungkin salah satu sebab di atas adalah penyebab Anda bangun tidur dengan kepala pusing. Sebaiknya, mulailah dari memperbaiki posisi tidur dan pola hidup untuk melihat hasilnya.
2. Kurang Tidur

Menurut American Headache Society, insomnia adalah keluhan tidur paling umum yang dialami banyak orang disertai pusing.
Insomnia membuat pengidapnya selalu merasa tidak punya waktu yang cukup untuk tidur. Belum lagi Anda perlu beraktivitas sesegera mungkin setelah tidur.
Sehingga, pikiran yang belum siap untuk “aktif” dipaksa untuk bekerja yang seharusnya masih harus beristirahat.
Sekarang coba cek riwayat tidur Anda beberapa hari ke belakang, barangkali Anda mengalami insomnia seperti sulit tidur, sering terbangun di tengah tidur, dan kurang tidur.
Di antara ketiga itu, sebab manakah yang sering Anda alami? Dengan menjawab pertanyaan tadi akan memudahkan Anda untuk menangani pusing setelah tidur.
3. Tidur Berlebihan

Pusing saat bangun tidur bukan cuma karena kurangnya tidur. Namun, tidur berlebihan juga jadi salah satu sebabnya. Lalu berapa jam tidur yang sesuai?
Melansir dari situs Kementerian Kesehatan, jam tidur orang dewasa (berusia 18-40 tahun) yang dianjurkan adalah 7-9 jam.
Durasi tidur selama sesuai anjuran tersebut sudah cukup bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat dengan baik.
Dengan begitu, baik itu kurang tidur maupun tidur berlebih masih bisa menyebabkan pusing setelah tidur. Kebanyakan tidur juga membuat waktu produktif dalam satu hari jadi berkurang.
Baca Juga: Sakit Leher saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
4. Obat-obatan atau Suplemen Makanan

Melansir Everydayhealth, beberapa obat bisa memberi efek yang membuat tidur terganggu. Pada obat dan dosis tertentu bisa membuat seseorang merasakan cepat mengantuk bahkan sebaliknya yakni sulit tidur.
Namun bukan berarti Anda harus berhenti total konsumsi obat, apalagi jika Anda memang membutuhkannya.
Hal yang sebaiknya dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan dosis agar efek sampingnya bisa berkurang.
Beberapa obat ini perlu Anda perhatikan penggunaan dan efek sampingnya:
-
Parasetamol
-
Aspirin
-
Obat pereda nyeri resep
Jika Anda harus mengonsumsi obat menjelang tidur, ada kemungkinan hal ini akan mempengaruhi tidur.
Selain itu, efek samping obatnya punya potensi menyebabkan pusing atau sakit kepala setelah tidur. Salah satu obat yang dapat memicu sakit kepala yakni obat tekanan darah dan jantung.
Seandainya belakangan ini Anda mengkonsumsi obat-obatan di atas, maka lebih baik Anda coba perhatikan lagi kandungan dan efek sampingnya.
Jika perlu, coba berhenti konsumsi untuk beberapa hari untuk melihat efek samping apakah masih pusing setelah tidur atau tidak.
5. Kenyamanan Kasur & Sprei

Faktor kenyamanan tempat tidur seringkali diabaikan, padahal memiliki pengaruh besar. Kasur yang terlalu keras atau terlalu empuk dapat membuat posisi tubuh tidak optimal saat tidur.
Begitu juga dengan sprei yang panas atau kasar, yang dapat mengganggu kualitas istirahat.
kondisi ini dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak sehingga berujung pada bangun tidur kepala pusing dan badan terasa lemas.
Oleh karena itu, memilih kasur dan sprei yang nyaman menjadi bagian penting dalam cara menghilangkan pusing saat bangun tidur.
6. Kebiasaan di Kamar

Kebiasaan sebelum tidur juga berpengaruh terhadap kondisi tubuh saat bangun.
Penggunaan gadget sebelum tidur, pencahayaan yang terlalu terang, hingga suhu kamar yang tidak nyaman dapat mengganggu kualitas tidur.
Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal dan memicu pusing saat bangun tidur. Mengatur kebiasaan tidur yang lebih baik dapat membantu mengurangi risiko ini.
Perlengkapan Tidur Tidak Kalah Penting

Selain faktor fisik dan kebiasaan, lingkungan tidur juga memegang peran penting.
Suasana kamar yang nyaman dapat membantu tubuh beristirahat dengan maksimal.
Sebaliknya, kamar yang panas, berantakan, atau tidak rapi dapat mempengaruhi kualitas tidur.
Lingkungan tidur yang baik meliputi:
-
Sirkulasi udara yang cukup
-
Pencahayaan yang lembut
-
Tempat tidur yang bersih dan nyaman
Dengan memperhatikan faktor ini, Anda dapat menemukan cara menghilangkan pusing saat bangun tidur secara lebih efektif.
Kualitas tidur yang baik akan membantu tubuh terasa lebih segar, sehingga tidak lagi mengalami kepala pusing saat bangun tidur atau rasa lelah berlebihan di pagi hari.
Pada akhirnya, pusing saat bangun tidur bukanlah kondisi yang boleh diabaikan.
Jika terjadi terus-menerus, penting untuk mengevaluasi pola tidur, kebiasaan, hingga lingkungan kamar.
Dengan langkah yang tepat, Anda dapat bangun dengan tubuh yang lebih segar tanpa keluhan kepala berat, nyut-nyutan, atau rasa lemas yang mengganggu aktivitas.
Pastikan juga Anda beristirahat dengan perlengkapan tidur yang nyaman. Mulai dari kondisi kamar, sampai pemilihan sprei dan bedcovernya.
Pastikan sprei dan bedcover yang Anda gunakan nyaman, sehingga bisa membantu Anda mendapatkan tidur yang berkualitas
Anda bisa cek koleksi sprei dan bedcover My Love dengan bahan yang adem dan motif yang beragam melalui website resmi My Love Bedcover. Belanja lebih mudah dengan garansi produk 100% ori, dikirim langsung dari lokasi produksi.
Baca Juga
Ini Cara Merawat Sprei Warna Cerah agar Tetap Bersih dan Menarik
Bagaimana cara merawat sprei warna cerah agar tetap bersih dan menarik? Ketahui penjelasannya di sini
5 Manfaat Membacakan Cerita Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak
Apa saja manfaat membacakan cerita dongeng sebelum tidur untuk anak? Ketahui penjelasannya di sini
Kebiasaan Bangun Pagi yang Baik untuk Memulai Hari Lebih Produktif
Apa saja kebiasaan bangun pagi yang baik bagi kehidupan? Ketahui penjelasannya di sini
