Jam Bangun Pagi yang Baik Itu Jam Berapa? Ini Cara Menentukannya

Susah bangun pagi sering kali menjadi masalah bagi banyak orang, padahal sebelumnya alarm bangun pagi sudah disetting. Banyak juga orang yang masih bingung, “Sebenarnya kapan jam bangun pagi yang baik?”

Hal ini tentu tidak terlepas dari waktu istirahat yang harus dipenuhi supaya badan tetap fit. Dilansir dari Sleep Foundation, setiap orang dewasa setidaknya memerlukan tidur sekitar 7 hingga 8 jam setiap harinya.

Lantas, jam bangun tidur yang baik itu sebenarnya jam berapa? Simak penjelasan selengkapnya!

Jam Berapa Waktu yang Baik untuk Bangun Pagi?

Waktu yang Baik untuk Bangun Pagi

Sebenarnya tidak ada satu waktu yang mutlak menjadi jam bangun pagi yang baik untuk semua orang. Bangun pagi dianjurkan dari jam 05.00 sampai jam 07.00.

Waktu bangun yang ideal adalah waktu yang memungkinkan Anda mendapatkan tidur yang cukup sekaligus tetap sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari.

Sebagai contoh, seseorang yang perlu mulai bekerja pukul 08.00 mungkin perlu bangun lebih awal dibandingkan orang yang memiliki jadwal kerja lebih siang. 

Karena itu, menentukan jam bangun tidur sebaiknya dimulai dari mengetahui kapan Anda perlu beraktivitas dan berapa lama waktu tidur yang dibutuhkan.

Selain durasi tidur, konsistensi juga penting. Artinya, membiasakan diri tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari bisa membantu membentuk rutinitas bangun pagi yang baik.

Baca juga: Cara Bangun Pagi dan Tidak Tidur Lagi agar Tidak Kesiangan

Cara Menentukan Jam Bangun Pagi yang Sesuai

Menentukan jam bangun pagi yang baik sebenarnya bisa dilakukan dengan melihat pola tidur dan aktivitas sehari-hari. 

Cobalah menyesuaikannya secara bertahap agar lebih mudah menjadi kebiasaan. Berikut beberapa cara yang dapat dicoba, yaitu:

1. Hitung dari Waktu Tidur

Hitung dari Waktu Tidur

Cara paling sederhana untuk menentukan jam bangun pagi yang baik adalah menghitung mundur dari waktu Anda perlu bangun.  

Misalnya, jika Anda perlu bangun pukul 06.00, Anda dapat menyesuaikan waktu tidur agar kebutuhan tidur malam tetap terpenuhi. Jangan hanya berfokus pada jam bangun tidur yang baik, tetapi perhatikan juga kapan Anda mulai tidur.

Jika sering tidur terlalu malam, tetapi tetap memaksakan diri bangun pagi, tubuh mungkin belum mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga bisa kurang fokus dan terasa lemas ketika beraktivitas.

2. Sesuaikan dengan Aktivitas Harian

Jadwal sekolah, bekerja, atau kuliah juga perlu menjadi pertimbangan ketika menentukan jam bangun pagi yang baik. Waktu bangun sebaiknya memberikan cukup waktu untuk mempersiapkan diri sebelum memulai aktivitas.

Untuk sekolah, anak-anak mungkin membutuhkan waktu bangun yang cukup pagi agar tidak terburu-buru menyiapkan perlengkapan dan berangkat.

Untuk bekerja, waktu bangun dapat disesuaikan dengan jam masuk kerja, perjalanan menuju kantor, serta rutinitas sebelum berangkat.

Untuk kuliah, waktu bangun dapat menyesuaikan jadwal kelas, terutama jika harus bepergian ke kampus pada pagi hari.

3. Beri Jeda Sebelum Tidur

Beri Jeda Sebelum Tidur

Menentukan jam bangun pagi yang baik tidak cukup jika Anda masih kesulitan tidur pada malam hari.

Karena itu, berikan waktu untuk melakukan rutinitas yang membuat tubuh dan pikiran rileks sebelum beristirahat.

Hindari langsung tidur setelah aktivitas seharian. Sebagai alternatif, Anda bisa membuat rutinitas sederhana seperti merapikan tempat tidur, mengurangi penggunaan perangkat elektronik, dan membaca buku.

Meskipun bangun lebih awal merupakan kebiasaan pagi yang baik, tetapi tetap perhatikan durasi tidur yang dimiliki. 

Pastikan durasi tidur tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan waktu tidur Anda.

Ini bisa menjadi pengertian bangun pagi yang sebenarnya, dibandingkan melihat berdasarkan angka pada jam.

Baca juga: Mengenal Two-Task Morning Routine, Bikin Aktivitas di Pagi Hari Lebih Ringan 

Bangun Pagi Dimulai dari Rutinitas Tidur yang Nyaman

Rutinitas Tidur yang Nyaman

Menentukan jam bangun pagi yang baik memang penting, tetapi mendapatkan tidur yang berkualitas juga tidak kalah penting. 

Meningkatkan kualitas tidur berarti menciptakan suasana tidur yang nyaman, sehingga tubuh dapat beristirahat dengan lebih optimal.

Mulai dari selimut, sprei, hingga bedcover yang secara langsung bersentuhan dengan kulit. Hal ini tentu otomatis memengaruhi kenyamanan saat sedang tidur.

Karena itu, penting untuk memilih sprei & bedcover dengan bahan yang halus dan lembut agar waktu tidur tidak terganggu. 

Jika Anda mencari sprei & bedcover yang halus dan lembut, Sprei California by My Love yang menggunakan bahan Microtex bisa menjadi pilihan yang tepat.

Bukan hanya lembut dan nyaman, Sprei California juga tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari single, double, hingga king size. Sprei ini juga memiliki berbagai motif yang menarik untuk membuat tampilan kamar semakin estetik.

Dengan tempat tidur yang nyaman, Anda dapat membangun rutinitas tidur yang lebih teratur dan mempersiapkan diri untuk bangun pada jam bangun tidur yang baik sesuai kebutuhan.

Saatnya lengkapi tempat istirahat dengan Sprei California by My Love dan ciptakan suasana tidur yang nyaman untuk membantu Anda lebih siap memulai aktivitas di pagi hari.

Jika ingin membeli Sprei & Bedcover California di tempat yang tepercaya, Anda bisa langsung mengunjungi My Love Bedcover untuk melihat berbagai koleksi, serta membelinya secara online.

Semua produk yang di jual di web resmi dijamin 100% asli.

Tinggalkan komentar

Catatan: komentar akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum dipublikasikan.