Ini Akibat Jarang Cuci Sprei dan Bantal yang Harus Diketahui
Meskipun terdengar sepele, tetapi jarang cuci sprei ternyata bisa membawa berbagai dampak buruk bagi kesehatan dan kebersihan kamar tidur.
Sprei yang tampak bersih sekalipun bisa menjadi sarang bagi jutaan tungau debu, bakteri, jamur, dan sel kulit mati yang tak kasat mata.
Jika tidak rutin dicuci, berbagai kotoran bisa menempel dan membuat tempat tidur terasa kurang nyaman.
Lantas, apa yang terjadi jika apabila Anda jarang cuci sprei? Simak penjelasan selengkapnya, ya!
Apa yang Terjadi Kalau Jarang Mencuci Sprei?
Selain membuat tempat tidur terlihat kurang bersih, jarang mencuci sprei juga bisa menyebabkan berbagai bahaya terhadap kesehatan.
Sebuah studi Amerisleep yang dilansir BBC pada 2025 menemukan sekitar tiga juta bakteri per inci persegi pada sarung bantal yang tidak dicuci selama seminggu atau sekitar 17.000 kali lebih banyak dibandingkan dudukan toilet.
Temuan ini diperkuat penelitian Profesor David Denning dari University of Manchester yang menemukan bahwa bantal yang digunakan selama 18 bulan hingga 20 tahun seluruhnya mengandung jamur, termasuk Aspergillus fumigatus.
Hal ini menguatkan jika sprei sudah tidak dicuci dalam jangka waktu yang cukup lama bisa berpotensi bahaya. Beberapa potensi atau bahaya yang bisa timbul, yaitu:
1. Keringat dan Minyak Tubuh Lebih Mudah Menumpuk

Ketika Anda tertidur, tubuh tetap mengeluarkan keringat dan minyak alami. Nah, keringat dan minyak alami tersebut bisa menempel di sprei.
Jika dibiarkan, adanya keringat dan minyak alami yang menempel di sprei bisa menimbulkan bau yang tidak sedap.
Akibat jarang cuci sprei dan sarung bantal, jamur yang muncul karena kelembapan yang disebabkan keringat tersebut dapat hidup dan berkembang biak selama bertahun-tahun.
2. Sel Kulit Mati dan Debu Ikut Menumpuk
Setiap hari, tubuh melepaskan sel kulit mati ketika tidur. Ditambah lagi, tungau debu yang sering ditemukan di rumah juga bisa bersarang di tempat tidur.
Nah, kotoran tungau debu ini yang menjadi sumber makanan bagi jamur.
Tidak hanya pada sprei, kotoran ini juga bisa menempel pada perlengkapan tidur lainnya, seperti sarung bantal jika Anda jarang untuk bersihkan kasur.
Baca juga: Kapan Waktunya Sprei Tempat Tidur Perlu Diganti? Inilah Jawabannya! – My Love Bedcover
3. Penyebab Alergi Mudah terkumpul

Debu yang terkumpul dan menumpuk di sprei bisa menyebabkan alergi, terutama pada orang yang alergi debu.
Ini tentu akan mengganggu kenyamanan ketika beristirahat. Hal yang sama juga berlaku pada bantal.
Lantas, “Apakah jamur di bantal berbahaya?” atau “Bantal jamuran apakah bahaya?”
Bantal yang lembap dan kurang terawat memang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jamur. Ini dapat berdampak pada kesehatan dan mengurangi kenyamanan saat tidur.
4. Sprei Lebih Mudah Bau dan Kusam

Semakin lama sprei digunakan tanpa dicuci, semakin banyak juga keringat, kotoran, hingga debu-debu yang menempel di sprei.
Akibatnya, sprei bisa menimbulkan aroma kurang sedap dan terlihat lebih kusam. Jika ditemukan noda kecoklatan, hal itu menandakan tingkat kekotoran yang tinggi.
Sprei dan sarung bantal yang kotor tidak bisa diremehkan karena menjadi tempat berkembang biak bagi berbagai kuman.
Karena itu, penting untuk menjaga perlengkapan tidur supaya tetap bersih dan rapi dengan cuci sprei secara rutin.
5. Kasur Jadi Terasa Kurang Nyaman

Sprei yang rutin dicuci dan dibersihkan akan membuat kasur terasa lebih nyaman dan segar. Sebaliknya, sprei yang jarang dicuci biasanya akan lebih kusam dan penuh dengan bakteri.
Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kasur jadi terasa kurang segar dan nyaman untuk digunakan. Karena itu, selain memperhatikan tampilan kamar, jangan lupakan kebersihan sprei sebagai bagian penting dari tempat tidur.
Baca juga: Waduh! Ini Bagian yang Sering Terlewat saat Bersihkan Kamar
Cuci Sprei Secara Rutin dan Ganti Bila Diperlukan

Lantas, sebaiknya berapa kali ganti sprei kasur? Berapa kali cuci sprei bisa disesuaikan dengan kondisi kamar dan kebiasaan penggunaan, tetapi cuci sprei secara rutin membantu menjaga kebersihan tempat tidur.
Perhatikan juga kebersihan sarung bantal. Jika muncul pertanyaan sarung bantal diganti berapa kali, sebaiknya sarung bantal juga dicuci secara berkala berbarengan dengan sprei karena keduanya bersentuhan langsung dengan wajah dan rambut.
Selain menjaga kebersihannya, pemilihan sprei juga bisa membuat waktu tidur terasa lebih nyaman sehingga membuat kamar bersih dan rapi.
Sprei My Love hadir dengan bahan yang halus dan adem sehingga membantu mengurangi rasa gerah dan keringat saat tidur.
Dengan bahan yang nyaman di kulit, waktu istirahat pun bisa terasa lebih nyenyak. My Love juga menghadirkan berbagai sprei dengan motif yang beragam sehingga Anda tinggal memilih motif mana yang cocok untuk kamar Anda.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk My Lovers!
Simak artikel tentang sprei lainnya di Blog My Love!
Lalu, cek koleksi Sprei My Love selengkapnya melalui website resmi My Love Bedcover, yuk. Belanja di sana bisa lebih mudah dan barang dikirim langsung dari tempat produksi, lho!
Baca Juga
5 Cara Mengukur Kasur Tanpa Meteran yang Mudah Dilakukan
Tak punya meteran di rumah? Simak 5 cara mengukur kasur tanpa meteran dengan mudah, mulai dari jengkal tangan hingga aplikasi HP sebelum beli sprei.
9 Selimut Termahal di Dunia, Harganya Bikin Geleng-geleng Kepala!
Intip 9 selimut termahal di dunia dengan material premium dari brand luxury, ada yang sampai Rp400 juta!
Tidur Sering Terbangun Tengah Malam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tidur sering terbangun ? Kenali penyebabnya dan lakukan kebiasaan untuk tidur lebih nyenyak, mulai dari mengurangi screen time hingga memilih sprei nyaman.
