Ternyata Tidak Langsung Merapikan Tempat Tidur Ada Manfaatnya, Apa Saja?

Banyak orang menganggap merapikan tempat tidur setiap pagi adalah tanda kedisiplinan dan kebersihan. Begitu bangun tidur, tangan otomatis menarik selimut, melipat bantal, dan memastikan tempat tidur rapi sebelum memulai aktivitas. Namun, tahukah Anda bahwa ada pendapat berbeda dari para ahli tidur? 

Melansir dari Real Simple, beberapa penelitian menunjukkan bahwa merapikan tempat tidur terlalu cepat justru bisa menjadi tempat ideal berkembang biaknya tungau debu.

Hal ini karena sprei dan selimut yang langsung dirapikan setelah digunakan cenderung masih lembab akibat keringat. 

Kondisi ini membuat sprei berantakan yang ditutup rapat bisa menjadi sarang nyaman bagi tungau. 

Jadi, apakah benar kita tidak perlu langsung merapikan tempat tidur setelah bangun? Lalu, apa akibat tidak merapikan tempat tidur dalam jangka panjang? Masih melansir dari Real Simpleari tahu informasi lengkapnya pada artikel ini, yuk!

Mengapa Tidak Perlu Langsung Merapikan Tempat Tidur

Mengapa Tidak Perlu Langsung Merapikan Tempat Tidur

Menurut Martin Seeley, pakar tidur dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, seseorang rata-rata mengeluarkan setengah liter keringat saat tidur. 

Keringat ini terserap ke dalam sprei, selimut, hingga bantal. 

Jika setelah bangun tidur kita langsung merapikannya, nantinya kelembaban akan terperangkap di dalam lapisan kain.

Tungau debu, hewan mikroskopis yang hidup dari serpihan kulit mati manusia, sangat menyukai kondisi ini. 

Dengan kata lain, merapikan tempat tidur terlalu cepat justru membantu tungau berkembang biak dengan lebih cepat.

Baca Juga: 4 Manfaat Membersihkan Kasur Sebelum Tidur – My Love Bedcover

Biarkan Tempat Tidur Bernapas

Biarkan Tempat Tidur Bernapas

Melansir saran dari pakar kebersihan rumah, Carolyn Forté, executive director of the GH Institute Home Care & Cleaning Lab, merapikan tempat tidur tidak perlu langsung dilakukan begitu bangun. Ia menyarankan agar sprei dibiarkan terbuka terlebih dahulu.

“Jika Anda terbiasa langsung merapikan tempat tidur, kabar baiknya adalah Anda tidak perlu mengubah rutinitas pagi secara drastis. Setelah menyelesaikan rutinitas pagi, seperti minum kopi atau bersiap-siap, tempat tidur sudah aman untuk dirapikan,” ungkapnya.

Forté juga menyarankan untuk menarik selimut ke bawah dan mengangkat serta mengibaskan bantal terlebih dahulu. 

Setelah sekitar 30–60 menit, sprei biasanya sudah cukup kering untuk dirapikan. Anda bahkan dapat menyentuh permukaan sprei untuk memastikan tidak lagi lembab. 

Merapikan tempat tidur setiap hari tetap merupakan kebiasaan baik untuk menjaga rumah tetap rapi dan terorganisir, asalkan dilakukan pada waktu yang tepat.

  • Akibat Merapikan Terlalu Cepat

Merapikan tempat tidur terlalu cepat dapat menyebabkan kasur dan sprei tetap lembap dan pengap. 

Kondisi ini berpotensi memicu berbagai masalah, antara lain sebagai berikut.

1. Kasur lembap dan Risiko Jamur

asur lembap dan Risiko Jamur

Kasur lembab menjadi salah satu penyebab utama tumbuhnya jamur dan bakteri. 

Dalam jangka panjang, kondisi kasur lembab dapat merusak material kasur dan membuat sprei lebih cepat rusak. 

Tidak hanya itu, kamar lembab juga dapat memperburuk kualitas udara di ruangan.

2. Meningkatkan Risiko Alergi

Tungau debu sangat menyukai lingkungan lembab dan gelap. 

Jika kasur lembab terus tertutup, tungau akan berkembang lebih cepat. 

Kotoran tungau dapat memicu alergi, bersin, hidung tersumbat, hingga gangguan pernapasan.

3. Kamar Menjadi lembab

Kebiasaan merapikan tempat tidur terlalu cepat tanpa ventilasi yang baik dapat memperparah kondisi kamar lembab. 

Jika dibiarkan, kamar lembab akan menimbulkan bau tidak sedap dan menurunkan kenyamanan ruangan. 

Oleh karena itu, penting memahami solusi kamar lembab sejak dini.

  • Akibat Membiarkan Tempat Tidur Berantakan Terlalu Lama

Meski tidak disarankan langsung merapikan, membiarkan tempat tidur berantakan terlalu lama juga bukan solusi yang tepat. 

Lalu, apa akibat tidak merapikan tempat tidur dalam jangka panjang?

1. Menurunnya Estetika Kamar

Menurunnya Estetika Kamar

Tempat tidur rapi berperan besar dalam menciptakan kamar yang nyaman secara visual. 

Sebaliknya, sprei berantakan yang dibiarkan seharian dapat menurunkan estetika kamar dan membuat ruangan terlihat sempit serta tidak terawat.

2. Dampak Psikologis

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kamar dengan tempat tidur rapi cenderung memberikan efek psikologis positif. 

Kamar yang rapi membuat pikiran lebih tenang, sedangkan kamar dengan sprei berantakan dapat meningkatkan stres dan menurunkan fokus.

3. Terbentuknya Kebiasaan Buruk

Tidak pernah merapikan tempat tidur dapat membentuk kebiasaan buruk dalam jangka panjang. 

Rutinitas kecil seperti merapikan tempat tidur terbukti membantu membangun rasa tanggung jawab dan kedisiplinan dalam aktivitas harian.

Baca Juga: Resiko Menaruh Handuk Basah di Atas Kasur – My Love Bedcover

Tips Merapikan Tempat Tidur yang Sehat

Agar mendapat manfaat maksimal dari kebiasaan ini, berikut tips sederhana dalam merapikan tempat tidur:

  • Biarkan kasur terbuka sekitar 30 menit setelah bangun.

  • Guncang bantal dan selimut sebelum dirapikan untuk menghilangkan debu.

  • Gunakan sprei dan sarung bantal berbahan katun agar mudah menyerap keringat.

  • Cuci sprei minimal sekali dalam seminggu untuk menjaga kebersihan.

  • Gunakan pelindung kasur agar lebih awet dan tahan dari tungau.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Simak artikel tentang bedcover lainnya di Blog My Love!

Lalu, cek koleksi sprei dan bedcover My Love selengkapnya melalui website resmi My Love Bedcover, yuk. Belanja di sana bisa lebih mudah dan barang dikirim langsung dari tempat produksi, lho!

Tinggalkan komentar

Catatan: komentar akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum dipublikasikan.