Penyebab Leher Tegang Akibat Salah Bantal, Gejala, dan Cara Obatinya

Salah bantal adalah kondisi yang memicu rasa sakit ketika mencoba menggerakkan leher, ternyata tidak hanya dipicu oleh masalah pemilihan bantal.

Tidur dengan posisi yang kurang tepat, bergerak tiba-tiba saat terlelap, atau bahkan cedera sebelum beristirahat dapat memicu salah bantal. 

Nah, kondisi ini menimbulkan rasa tegang dan tidak nyaman di area leher. 

Lantas, apa penyebab salah bantar dan bagaimana meredakannya? Mari kita simak penjelasannya pada uraian di bawah ini.

Penyebab Leher Tegang Akibat Salah Bantal

Tidur yang nyenyak seharusnya membuat tubuh segar kembali. Namun, banyak orang justru bangun dengan rasa nyeri atau kaku di leher akibat salah tidur atau yang sering disebut “salah bantal.” 

Kondisi ini cukup umum terjadi, dan meskipun tidak berbahaya, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Untuk mengetahui cara mengatasi salah bantal dengan tepat, penting memahami penyebab dan gejalanya terlebih dahulu.

1. Posisi Tidur yang Tidak Tepat

Posisi Tidur yang Tidak Tepat

Tidur tengkurap atau menyamping dengan posisi leher yang tidak sejajar dengan tulang belakang dapat menimbulkan ketegangan otot. 

Akibatnya, aliran darah ke leher terganggu dan menimbulkan rasa nyeri saat bangun tidur.

2. Bantal yang Tidak Nyaman

Bantal terlalu tinggi, terlalu rendah, atau terlalu keras bisa membuat leher tidak tertopang dengan baik. 

Hal ini sering menjadi penyebab utama salah tidur yang memicu kaku leher.

3. Kasur yang Tidak Menopang

Kasur yang terlalu keras atau terlalu empuk juga berpengaruh pada postur tidur. 

Posisi tubuh yang tidak seimbang saat tidur dapat membuat leher tertekan, sehingga muncul rasa kaku dan nyeri.

4. Stres

Stres dapat meningkatkan ketegangan otot di seluruh tubuh, termasuk leher. 

Kondisi ini bisa memperparah gejala saat Anda mengalami salah bantal.

5. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa penyakit seperti radang sendi (arthritis) atau fibromyalgia membuat otot lebih rentan tegang. 

Jika penderita mengalami posisi tidur yang salah, keluhan leher tegang lebih mudah terjadi.

Gejala Leher Tegang Akibat Tidur Salah Bantal

  • Nyeri dan kaku pada leher: Biasanya terasa di satu sisi leher, namun bisa menjalar hingga ke bahu atau kepala.

  • Kesulitan menggerakkan leher: Leher terasa kaku sehingga gerakan ke kanan atau kiri menjadi terbatas.

  • Sakit kepala: Ketegangan pada leher dapat menyebar dan menimbulkan sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala.

  • Kelelahan: Rasa sakit dan keterbatasan gerak membuat tubuh lebih cepat lelah, bahkan bisa mengganggu konsentrasi.

Berapa Lama Salah Bantal Sembuh?

Banyak yang bertanya, berapa lama salah bantal sembuh? Umumnya, kondisi ini bisa membaik dalam waktu 2 hingga 5 hari dengan perawatan sederhana di rumah. 

Namun, bila keluhan berlangsung lebih dari seminggu atau disertai gejala lain seperti mati rasa atau nyeri menjalar ke lengan, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Cara Mengatasi Salah Bantal

1. Kompres Dingin

Kompres Dingin

Kementerian Kesehatan merekomendasikan pengobatan salah bantal berupa pengompresan area leher yang terasa sakit menggunakan handuk yang telah direndam dalam air es. 

Proses ini sebaiknya dilakukan selama 10 hingga 20 menit. 

Berdasarkan penelitian dalam Academic Emergency Medicine, kompres dingin terbukti efektif dalam mengurangi rasa sakit pada leher. 

Metode ini bekerja sebagai alternatif untuk meredakan peradangan yang mungkin timbul akibat ketegangan otot leher.

Baca Juga: Berapa Kali Harus Bersihkan Kasur dan Bagaimana Caranya?

2. Kompres Dingin dan Panas secara Bergantian


My Lovers dapat mengoptimalkan efek relaksasi otot leher dengan mengaplikasikan kompres dingin secara bergantian dengan kompres panas.

Kompres panas berperan dalam meningkatkan suhu dan melancarkan aliran darah di dalam otot, yang pada gilirannya dapat mengurangi ketegangan otot. 

Selain itu, paparan panas juga membantu memulihkan kelenturan atau fleksibilitas otot leher yang mungkin terganggu. 

Sama halnya dengan kompres dingin, lakukan kompres panas selama 10 hingga 20 menit setiap hari hingga intensitas nyeri berkurang secara signifikan.

3. Terapi Pijat Profesional

Terapi Pijat Profesional

Apabila rasa nyeri terasa sangat hebat dan sulit ditahan, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional seperti fisioterapis atau terapis pijat. 

Menurut publikasi dalam The Clinical Journal of Pain, pijatan memiliki peran penting dalam meredakan ketegangan otot leher. 

Meskipun memijat diri sendiri atau meminta bantuan anggota keluarga diperbolehkan, penting untuk berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan teknik yang justru memperparah kondisi. 

Oleh karena itu, menyerahkan penanganan kepada ahli yang berpengalaman adalah pilihan yang lebih aman.

4. Pembatasan Aktivitas Tertentu

Untuk mempercepat proses pemulihan, penting untuk lebih selektif dalam memilih aktivitas sehari-hari. 

Hindarilah segala jenis kegiatan yang berpotensi memberikan tekanan atau beban berlebih pada area leher. 

Beberapa contoh aktivitas yang sebaiknya dihindari selama masih mengalami sakit leher akibat salah bantal meliputi peregangan leher yang intens, mengangkat beban berat, melakukan gerakan pull up, berpartisipasi dalam olahraga bela diri, melakukan gerakan menunduk secara berulang, serta memutar-mutar kepala.

5. Olahraga Ringan

Olahraga Ringan

Jika My Lovers ingin tetap aktif, pilihlah jenis olahraga yang bersifat ringan dan tidak memberikan tekanan pada leher, seperti yoga. 

Yoga dipercaya memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa sakit dengan menenangkan aktivitas kelenjar hipotalamus dan sistem saraf simpatik. 

Selain itu, gerakan-gerakan dalam yoga juga dapat memperkuat otot-otot di sekitar tulang leher, yang secara keseluruhan berkontribusi pada pengurangan nyeri akibat salah bantal. 

Pilihan olahraga ringan lain yang memberikan manfaat serupa termasuk pilates atau berjalan kaki santai.

6. Penggunaan Obat Pereda Nyeri

Jika berbagai cara penanganan mandiri di atas belum mampu meredakan rasa nyeri yang Anda alami, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengkonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas. 

Beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengatasi nyeri adalah ibuprofen, naproxen, dan asetaminofen. 

Obat-obatan ini diyakini efektif dalam mengurangi peradangan pada leher yang disebabkan oleh posisi tidur yang salah.

Baca Juga: Mengenal Istilah "Kebanyakan Tidur" dan Dampaknya pada Kesehatan

7. Penggantian Bantal yang Lebih Sesuai

Penggantian Bantal yang Lebih Sesuai

Mengganti bantal yang My Lovers gunakan dengan bantal yang lebih ergonomis dan nyaman juga dapat menjadi solusi alternatif yang efektif. 

Dalam memilih bantal baru, perhatikan tidak hanya tingkat keempukannya, tetapi juga ketebalan dan bentuknya. 

Bantal yang terlalu tebal akan menyebabkan posisi leher menjadi terlalu tinggi saat tidur, yang berpotensi mengakibatkan cedera atau kram pada leher. 

Sebaliknya, bantal yang terlalu tipis juga tidak ideal karena dapat menyebabkan otot-otot leher menjadi tegang dan terasa lelah.

Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

Simak artikel tentang sprei lainnya di Halaman Tips My Love Bedcover!

Lalu, cek koleksi bedcover My Love selengkapnya melalui website resmi My Love Bedcover, yuk. Belanja di sana bisa lebih mudah dan barang dikirim langsung dari tempat produksi, lho!

Tinggalkan komentar

Catatan: komentar akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum dipublikasikan.