5 Kebiasaan yang Bikin Karpet Cepat Rusak. Hindari Jika Ingin Karpet Tetap Awet!
Mengetahui cara merawat karpet yang benar adalah kunci agar karpet di rumah tetap bersih, indah, dan tahan lama.
Banyak orang sudah membeli karpet rumah dengan harga mahal, namun sayangnya tidak memahami perawatan yang tepat sehingga karpet cepat kusam, berdebu, bahkan rusak sebelum waktunya.
Padahal, cara merawat karpet tidak hanya soal mencucinya secara rutin, tetapi juga mencakup kebiasaan kecil sehari-hari yang sering diabaikan.
Jika Anda sedang berusaha menjaga tampilan karpet lantai tebal di ruang tamu, ruang keluarga, atau kamar tidur, memahami kebiasaan yang perlu dihindari akan sangat membantu.
Beberapa kesalahan umum justru membuat karpet kehilangan warna dan kelembutannya. Dengan menerapkan cara merawat karpet yang benar, Anda bisa mempertahankan keindahan motif karpet lantai dan menjaga kebersihan rumah secara keseluruhan.
Berikut adalah kebiasaan yang tanpa disadari sering membuat karpet cepat rusak dan cara mengatasinya.
5 Kebiasaan yang Bikin Karpet Cepat Rusak
1. Menginjak Karpet dengan Kaki Kotor atau Basah

Salah satu kesalahan terbesar yang membuat karpet cepat kusam adalah menginjaknya dalam keadaan kaki kotor atau basah.
Debu, pasir, atau air yang menempel di kaki bisa masuk ke dalam serat karpet dan menyebabkan noda sulit hilang.
Jika dibiarkan, kotoran ini bisa merusak tekstur karpet rumah dan menimbulkan bau tidak sedap.
Sebagai bagian dari cara merawat karpet, biasakan melepas alas kaki sebelum menginjak area berkarpet.
Anda juga bisa menempatkan keset di dekat pintu masuk untuk mengurangi risiko kotoran terbawa ke dalam rumah. Langkah kecil ini tidak hanya membantu menjaga karpet lantai tebal tetap bersih, tapi juga mendukung kebiasaan membersihkan rumah yang lebih efektif.
Baca Juga: Jenis Karpet untuk Kamar Tidur yang Nyaman dan Stylish – My Love Bedcover
2. Menjemur Karpet Langsung di Bawah Terik Matahari

Kebiasaan lain yang sering dilakukan tanpa disadari adalah menjemur karpet langsung di bawah sinar matahari terik.
Walaupun sinar matahari memang membantu mengeringkan karpet lebih cepat, paparan langsung terlalu lama bisa merusak serat dan memudarkan warna pada motif karpet lantai.
Sebagai cara merawat karpet yang benar, jemurlah karpet di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara baik.
Hindari panas matahari berlebih agar warna karpet tidak cepat pudar, terutama pada karpet dengan desain dan warna yang cerah.
Dengan cara ini, karpet Anda akan tetap terlihat seperti baru lebih lama.
3. Menumpuk Barang Berat di Atas Karpet

Menaruh meja besar, lemari, atau sofa berat di atas karpet memang terlihat praktis, tetapi bisa menjadi kesalahan jangka panjang.
Tekanan berat yang terus-menerus dapat membuat serat karpet rusak atau meninggalkan bekas permanen pada karpet lantai tebal.
Jika memungkinkan, sesekali pindahkan posisi furnitur agar karpet memiliki waktu untuk “bernapas”.
Langkah ini termasuk dalam cara merawat karpet sederhana yang efektif mencegah bagian tertentu tampak lebih tipis atau rusak dibanding bagian lainnya.
Anda juga bisa menggunakan alas pelindung di bawah kaki furnitur untuk mengurangi tekanan langsung pada serat karpet.
4. Tidak Langsung Membersihkan Noda

Noda makanan, minuman, atau tumpahan cairan lain yang dibiarkan terlalu lama bisa menjadi penyebab utama karpet rusak.
Cairan yang menyerap ke dalam serat karpet akan menimbulkan bau, jamur, atau bahkan mengubah warna permukaannya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara bersihkan karpet rumah dengan cepat dan tepat.
Segera lap area yang terkena noda menggunakan kain lembab dan hindari menggosok terlalu keras agar serat karpet tidak rusak.
Jika noda sulit hilang, gunakan cairan pembersih khusus karpet.
Anda juga bisa melakukan pembersihan rutin seminggu sekali dengan vacuum cleaner untuk menghindari penumpukan debu.
Ini adalah langkah penting dalam cara merawat karpet agar tetap bersih, higienis, dan tahan lama.
Baca Juga: Karpet Malaysia vs Karpet Vinyl. Mana yang Lebih Cocok untuk Hunian Anda?
5. Membiarkan Debu Menempel Terlalu Lama

Kebiasaan menunda membersihkan karpet sering kali menjadi penyebab utama karpet terlihat kusam.
Debu yang dibiarkan menumpuk akan masuk ke dalam serat dan membuat karpet sulit dibersihkan secara menyeluruh.
Selain mengganggu tampilan, debu juga dapat menimbulkan alergi atau gangguan pernapasan bagi penghuni rumah.
Sebagai bagian dari rutinitas membersihkan rumah, biasakan untuk menyedot debu dari karpet minimal dua kali seminggu.
Gunakan vacuum cleaner dengan daya hisap kuat, terutama untuk jenis karpet lantai tebal.
Jika perlu, lakukan pembersihan mendalam (deep cleaning) setiap beberapa bulan sekali agar karpet tetap segar dan higienis.
Semoga artikel ini bermanfaat, ya!
Simak artikel tentang home and living lainnya di Blog My Love!
Lalu, cek koleksi karpet California By My Love selengkapnya melalui website resmi My Love Bedcover, yuk. Belanja di sana bisa lebih mudah dan barang dikirim langsung dari tempat produksi, lho!
Baca Juga
Me Time Ibu Rumah Tangga: Istirahat yang Paling Sering Dilupakan
Me time ibu rumah tangga terpenuhi, ibu tidak hanya lebih kuat, tapi juga lebih bahagia menjalani perannya
Anak Ngantuk Tapi Susah Tidur? Bisa Jadi Karena Spreinya
Apa saja ya penyebab ngantuk tapi susah tidur pada balita? Ketahui penjelasannya pada artikel ini!
Tips Memilih Warna Sprei agar Tidur Lebih Nyaman dan Berkualitas
Bagaimana tips memilih warna sprei yang tepat, ya? Cari tahu jawabannya pada artikel ini!
